Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Menjaga eksistensi sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Umpatan yang paling sarkastik pun tak cukup untuk mengecam perbuatan 14 anak muda yang memperkosa dan membunuh gadis 14 tahun. Kemanusiaan pun robek. Peradaban diludahi. Hukum gagap dan gugup. Nilai-nilai kemanusiaan tak berarti apa – apa jika hanya membeku dalam simbolisme, baik dalam ideologi negara maupun kearifan budaya. Nilai-nilai kemanusiaan harus dirinci ke dalam sistem gagasan dan sistem perilaku yang memiliki kaki sehingga bisa mewujud menjadi realitas kehidupan. … (Kutipan dari opini “Kemanusiaan yang Robek”, oleh: Indra Tranggono; Pemerhati Kebudayaan dan Sastrawan @ Kompas, 17 Mei...
Bersahabat dengan plastik

Bersahabat dengan plastik

BILA habis makan buah nangka kupas, publik biasanya langsung membuang biji (beton) nya dan bersegera cuci tangan tuk menghilangkan getah (pulut) nya. Tidak demikian halnya dengan tiga dara dari SMA Kebon Dalem (Meli, Aulia, dan Josse – Kelas XI IPA). Dengan mengkombinasikannya dengan kulit pisang, di tangan mereka, perpaduan antara komposisi biji nangka dan kulit pisang menjelma menjadi film plastik biodegradable; materi plastik yang ramah lingkungan… (Bacalah ulasannya di media Wawasan, 11 Mei...
Jungle Book versi Kebon Dalem

Jungle Book versi Kebon Dalem

Jungle Book  versi Kebon Dalem – Secara ekologis, Kebon (garden) merupakan anasir pembentuk dari hutan (jungle). Sebagaimana di hutan, di dalam kebon (garden), juga tersedia ragam bibit, buah, sayur, dan asupan pangan yang bernutrisi (bergizi). Bila di Jungle Book, Mowgli bergelantungan di atas pohon untuk mendapatkan madu, beberapa saat lalu tim lomba (siswa dan guru pendamping) bergelantungan di atas bus dalam upanya untuk mendapatkan madu (baca: ilmu, pengetahuan, pengalaman) melalui ajang kompetisi di Malang. Artinya, di sini, di Kebon Dalem, para siswa dan guru secara sungguh-sungguh bersinergi untuk saling asah, asih, dan asuh dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan karakter dan setiap potensi dari peserta didik. Meskipun dalam perjuangan untuk mendapatkan madu, sekujur tubuh Mowgli harus tersengat lebah; sengatan itu tidaklah menyurutkan perjuangannya. Justru sengatan itu menjadikan dia semakin terampil dan semakin cerdas (menemukan strategi baru). Hebatnya, madu yang di dapatnya dengan cara yang tidak mudah alias penuh perjuangan, tidaklah melulu untuk dirinya sendiri; tapi juga ia bagikan dengan Baloo (si Beruang). Harapan kita,  kiranya ilmu, pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang (telah) di dapatkan oleh tim lomba demi tim lomba yang saat ini terus mulai bermunculan; kiranya nantinya boleh terbagikan kepada rekan-rekan sejawat.  Dan atas kemurahanNYA, jerihjuang dalam bergelantungan di bus dalam upayanya mendapatkan ‘madu’ boleh membuahkan hasil, tim lomba boleh pulang ke Semarang dengan membawa predikat sebagai Juara Favorit....