Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Menjaga eksistensi sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Umpatan yang paling sarkastik pun tak cukup untuk mengecam perbuatan 14 anak muda yang memperkosa dan membunuh gadis 14 tahun. Kemanusiaan pun robek. Peradaban diludahi. Hukum gagap dan gugup.

Nilai-nilai kemanusiaan tak berarti apa – apa jika hanya membeku dalam simbolisme, baik dalam ideologi negara maupun kearifan budaya. Nilai-nilai kemanusiaan harus dirinci ke dalam sistem gagasan dan sistem perilaku yang memiliki kaki sehingga bisa mewujud menjadi realitas kehidupan. … (Kutipan dari opini “Kemanusiaan yang Robek”, oleh: Indra Tranggono; Pemerhati Kebudayaan dan Sastrawan @ Kompas, 17 Mei 2016)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *